Skip to main content

PT. Multi Karya Panelindo

Apa Itu Kualifikasi Cleanroom?

Kualifikasi cleanroom adalah proses terdokumentasi untuk membuktikan bahwa ruang, HVAC, utilitas, kontrol, dan komponen terkait telah dirancang, dipasang, beroperasi, serta berkinerja sesuai kebutuhan pengguna dan kriteria penerimaan yang disetujui. Tahapannya umumnya disusun sebagai DQ, IQ, OQ, dan PQ.

Kualifikasi tidak sama dengan satu kali penghitungan partikel. Klasifikasi kebersihan udara merupakan salah satu bagian pembuktian, sedangkan kualifikasi mencakup keseluruhan sistem, dokumen, fungsi, kondisi uji, penyimpangan, serta keputusan penerimaan.

Catatan penting: parameter, batas, metode, kondisi uji, dan frekuensi harus mengikuti regulasi yang berlaku, user requirement specification (URS), analisis risiko, proses, serta protokol yang disetujui. Artikel ini bukan pengganti protokol kualifikasi fasilitas tertentu.

Kualifikasi, Klasifikasi, Validasi, dan Monitoring

IstilahFokusContoh keluaran
KualifikasiPembuktian bahwa fasilitas dan sistem sesuai tujuan penggunaan.URS, DQ, IQ, OQ, PQ, laporan penyimpangan, dan laporan akhir.
KlasifikasiPenetapan kelas kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel pada kondisi yang ditentukan.Rencana lokasi sampling, hasil particle count, dan pernyataan kelas.
Validasi prosesPembuktian bahwa proses menghasilkan keluaran yang konsisten sesuai persyaratan.Protokol, data proses, analisis, dan laporan validasi.
MonitoringPemantauan berkelanjutan atau berkala untuk menunjukkan kondisi tetap terkendali.Trend tekanan, temperatur, kelembapan, partikel, atau mikrobiologi sesuai program.

ISO 14644-1 membahas klasifikasi kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel. ISO 14644-2 membahas monitoring untuk memberikan bukti kinerja terkait kebersihan partikulat. Untuk konteks farmasi steril, CPOB dan EU GMP Annex 1 menempatkan desain, kualifikasi, monitoring, serta strategi pengendalian kontaminasi dalam kerangka yang lebih luas.

Mulai dari URS dan Strategi Kualifikasi

Protokol tidak sebaiknya dimulai dari daftar alat uji. Mulailah dari tujuan ruang, proses, produk, alur personel dan material, kelas atau grade yang dibutuhkan, kondisi at rest dan in operation, parameter kritis, utilitas, alarm, serta kebutuhan dokumentasi.

URS

Menjelaskan apa yang harus mampu dilakukan fasilitas dan sistem, termasuk kapasitas, kondisi operasi, kebersihan, tekanan, akses, alarm, serta data yang perlu direkam.

Analisis risiko

Menghubungkan proses dan sumber kontaminasi dengan fungsi desain, titik uji, kondisi terburuk yang masuk akal, serta prioritas pengendalian.

Rencana induk

Menetapkan sistem yang dikualifikasi, urutan kegiatan, tanggung jawab, prasyarat, format dokumen, penanganan deviasi, dan kriteria pelepasan.

1. Design Qualification (DQ)

DQ membuktikan bahwa desain yang diusulkan dapat memenuhi URS dan dasar regulasi yang dipilih. Review dilakukan sebelum keputusan desain sulit atau mahal untuk diubah.

  • Layout, zonasi, alur personel, material, limbah, dan pencegahan silang.
  • Kelas atau grade ruang, kondisi operasi, tekanan, airlock, dan arah aliran.
  • Konsep HVAC, filtrasi, return air, fresh air, kontrol, alarm, dan akses servis.
  • Material dinding, plafon, lantai, pintu, jendela, penetrasi, serta kemampuan dibersihkan.
  • Lokasi peralatan, utilitas, sensor, titik uji, dan ruang pemeliharaan.
  • Strategi commissioning, kualifikasi, monitoring, dan pengendalian perubahan.

ISO 14644-4:2022 membahas proses dari persyaratan, desain, konstruksi, hingga start-up cleanroom. Untuk memahami kelas ruang yang akan menjadi salah satu input DQ, baca panduan klasifikasi clean room.

2. Installation Qualification (IQ)

IQ memverifikasi bahwa sistem dan komponennya dipasang sesuai dokumen desain yang disetujui. Pemeriksaan harus dapat ditelusuri ke drawing, data teknis, identitas peralatan, kalibrasi, dan hasil inspeksi.

  • As-built drawing, daftar peralatan, nameplate, filter, sensor, damper, dan instrumen.
  • Kesesuaian panel, pintu, jendela, sealant, coving, penetrasi, dan akses servis.
  • Jalur ducting, utilitas, kelistrikan, kontrol, drainase, serta arah pemasangan.
  • Status kalibrasi instrumen dan kelengkapan manual atau sertifikat yang dipersyaratkan.
  • Pemeriksaan sambungan, kebersihan konstruksi, daftar temuan, dan penutupan punch list.

IQ bukan sekadar mencatat bahwa komponen “ada”. Dokumen perlu menunjukkan identitas yang diperiksa, acuan, hasil, penerimaan, penyimpangan, dan tindakan yang diselesaikan.

3. Operational Qualification (OQ)

OQ menguji fungsi sistem pada rentang operasi dan skenario yang ditetapkan dalam protokol. Kondisi uji harus dinyatakan dengan jelas; istilah at rest tidak boleh otomatis dianggap sama dengan semua kegiatan OQ.

Kelompok ujiTujuanCatatan perencanaan
AirflowMemeriksa volume atau kecepatan aliran, distribusi, dan arah aliran sesuai desain.Metode serta lokasi ditentukan dari konfigurasi sistem dan protokol.
FilterMemeriksa pemasangan serta integritas filter terminal bila disyaratkan.Aerosol, alat, batas, dan keselamatan harus ditentukan oleh pihak kompeten.
TekananMembuktikan hubungan tekanan antarruang dan respons terhadap kondisi yang diuji.Setpoint tidak universal; ikuti URS, risiko, dan regulasi proyek.
Kontrol dan alarmMenguji sensor, setpoint, interlock, alarm, kegagalan, dan pencatatan.Uji juga respons serta bukti yang direkam, bukan hanya bunyi alarm.
Kondisi lingkunganMemeriksa temperatur dan kelembapan bila keduanya menjadi persyaratan proses atau kenyamanan.Batas berasal dari kebutuhan produk, proses, personel, dan desain.

4. Performance Qualification (PQ)

PQ menunjukkan bahwa fasilitas berkinerja sesuai tujuan dalam kondisi operasi yang ditetapkan. Skenario perlu mencerminkan proses, jumlah personel, peralatan, intervensi, pola pintu, dan beban yang relevan—bukan sekadar memilih angka maksimum tanpa dasar.

Untuk fasilitas farmasi steril, bukti kinerja dapat mencakup data lingkungan dan proses yang direncanakan dalam contamination control strategy. Pengujian partikulat dan mikrobiologi memiliki tujuan serta metode berbeda; keberhasilan satu parameter tidak otomatis membuktikan parameter lain.

Dokumentasikan kondisi aktual saat uji, aktivitas yang berlangsung, status peralatan, deviasi, data mentah, analisis, serta hubungan hasil dengan kriteria penerimaan. Bila hasil tidak memenuhi kriteria, investigasi perlu mencari penyebab sebelum pengujian diulang.

Parameter Kualifikasi Cleanroom yang Umum Dievaluasi

  • Konsentrasi partikel udara dan klasifikasi pada kondisi yang ditentukan.
  • Volume atau kecepatan udara, arah aliran, dan visualisasi pola aliran bila diperlukan.
  • Integritas filter serta kesesuaian pemasangan.
  • Perbedaan tekanan dan respons pintu, airlock, alarm, atau interlock.
  • Temperatur, kelembapan, recovery, dan waktu stabilisasi bila ditetapkan dalam URS.
  • Fungsi kontrol, trending, sensor, alarm, data, dan pemulihan setelah gangguan.
  • Pemantauan mikrobiologi untuk ruang yang memerlukannya berdasarkan proses dan regulasi.

Tidak ada satu daftar angka yang benar untuk semua cleanroom. Grade farmasi, kelas ISO, ruang kesehatan, elektronik, laboratorium, dan ruang produksi higienis dapat memiliki tujuan, risiko, serta acuan berbeda.

Requalification, Perubahan, dan Monitoring

Kualifikasi tidak berhenti setelah laporan akhir ditandatangani. Tetapkan program monitoring, review tren, kalibrasi, pemeliharaan, requalification, dan change control berdasarkan regulasi, risiko, performa, serta riwayat fasilitas.

Perubahan filter, setpoint, layout, peralatan, kapasitas, pintu, sistem kontrol, utilitas, atau proses perlu dinilai dampaknya. Penilaian menentukan apakah cukup dilakukan pemeriksaan terbatas atau diperlukan pengulangan sebagian kegiatan DQ, IQ, OQ, atau PQ.

Untuk proyek baru atau renovasi, koordinasikan kebutuhan kualifikasi sejak awal dengan desain jasa clean room farmasi. Bukaan, panel, pintu, pass box, utilitas, dan akses uji yang terlambat dipikirkan dapat menambah pekerjaan ulang.

Checklist Dokumen Sebelum Eksekusi

  • URS dan dasar klasifikasi atau grade telah disetujui.
  • Drawing, spesifikasi, daftar sistem, dan batas tanggung jawab terkendali.
  • Analisis risiko menghubungkan proses, risiko, kontrol, dan pengujian.
  • Protokol menyebut tujuan, kondisi, metode, lokasi, alat, kriteria, dan penanganan deviasi.
  • Instrumen memiliki status kalibrasi yang sesuai dan personel memahami metode.
  • Prasyarat commissioning, kebersihan, punch list, dan keselamatan telah diperiksa.
  • Format data mentah, review, persetujuan, serta laporan akhir sudah ditentukan.

FAQ Kualifikasi Cleanroom

Apakah klasifikasi partikel sama dengan kualifikasi cleanroom?

Tidak. Klasifikasi partikel menetapkan atau memeriksa kelas kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel. Kualifikasi mencakup desain, instalasi, operasi, kinerja, dokumentasi, penyimpangan, dan penerimaan sistem secara lebih luas.

Apakah semua cleanroom wajib memakai DQ, IQ, OQ, dan PQ?

Pendekatan serta istilah mengikuti regulasi, sistem mutu, kontrak, dan risiko fasilitas. Untuk lingkungan teregulasi, tahapan yang setara perlu direncanakan dan terdokumentasi sesuai kebutuhan yang berlaku.

Apakah tekanan cleanroom harus selalu 10–15 Pa?

Tidak ada satu nilai universal untuk semua ruang. Setpoint dan batas penerimaan ditentukan dari proses, alur, containment atau proteksi produk, pintu, desain HVAC, regulasi, dan analisis risiko.

Kapan cleanroom perlu dikualifikasi ulang?

Frekuensi dan ruang lingkup mengikuti regulasi yang berlaku, program fasilitas, risiko, hasil monitoring, perubahan, perbaikan, atau kejadian yang dapat memengaruhi status terkualifikasi.

Rencanakan Cleanroom agar Siap Dikualifikasi

Kirimkan fungsi ruang, proses, klasifikasi atau grade, layout, alur material, utilitas, dan kebutuhan dokumentasi. Tim MKP dapat membantu mengoordinasikan envelope cleanroom dengan kebutuhan sistem proyek.

Lihat Jasa Clean Room Farmasi
Hubungi MKP

Sumber Rujukan