
Klasifikasi clean room adalah penetapan tingkat kebersihan udara berdasarkan hasil pengukuran pada kondisi yang ditentukan. Dalam farmasi steril, Grade A, B, C, dan D menghubungkan tingkat pengendalian dengan risiko proses dan aktivitas yang dilakukan. Kualifikasi cleanroom berbeda: kualifikasi membuktikan secara terdokumentasi bahwa fasilitas dan sistem dipasang serta bekerja sesuai User Requirement Specification (URS) dan kriteria penerimaan.
Sebelum masuk ke kelas: Lihat panduan induk pengertian dan cara kerja clean room untuk melihat bagaimana bagian ini terhubung dengan keseluruhan sistem clean room.
Karena klasifikasi dan kualifikasi menjawab pertanyaan yang berbeda, sebuah hasil hitung partikel saja belum membuktikan bahwa seluruh clean room siap dipakai. HVAC, filter, pola aliran udara, tekanan, suhu, kelembapan, selubung ruang, alarm, alur personel dan material, serta dokumentasi harus dinilai sebagai sistem yang saling berhubungan.
Apa Itu Klasifikasi Clean Room?
Klasifikasi menunjukkan tingkat kebersihan udara terhadap konsentrasi partikel pada ukuran tertentu. Hasilnya selalu mempunyai konteks: standar rujukan, kondisi ruang, titik sampling, metode, instrumen, dan waktu pengujian. Istilah seperti ISO Class 5 atau Grade A tidak boleh dipakai hanya dari perkiraan desain tanpa bukti pengukuran dan evaluasi yang sesuai.
Untuk memahami definisi ruang, alur, HVAC, dan sistem pengendalian sebelum masuk ke kelasnya, baca panduan apa itu clean room farmasi.
Perbedaan Kelas ISO dan Grade A, B, C, D
ISO 14644-1 mengklasifikasikan kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel udara. Grade A–D digunakan dalam ketentuan manufaktur farmasi steril untuk menghubungkan kebersihan lingkungan dengan aktivitas, risiko produk, kondisi operasional, dan strategi pengendalian kontaminasi.
| Kerangka | Apa yang dijelaskan | Konteks penggunaan | Hal yang tidak boleh diasumsikan |
|---|---|---|---|
| Kelas ISO | Konsentrasi partikel udara pada ukuran dan kondisi pengujian yang ditentukan. | Cleanroom dan clean zone di berbagai industri. | Tidak dengan sendirinya menjelaskan risiko mikrobiologi, proses farmasi, atau kepatuhan seluruh fasilitas. |
| Grade A–D | Tingkat lingkungan bersih yang dikaitkan dengan operasi farmasi steril dan pengendalian kontaminasi. | Area pembuatan produk steril menurut ketentuan GMP/CPOB yang relevan. | Tidak boleh dipilih hanya dengan mencocokkan nama ruang atau satu angka partikel. |
US FDA juga menegaskan bahwa penggunaan ISO 14644-1 dan ISO 14644-2 saja tidak cukup untuk kualifikasi fasilitas farmasi aseptik; data dan pengendalian mikrobiologi serta ketentuan GMP yang relevan tetap diperlukan.
Gambaran Grade A, B, C, dan D
Grade A
Zona kritis untuk operasi berisiko tinggi ketika produk, komponen, atau permukaan kritis terekspos. Perlindungan lokal, pola aliran udara, intervensi, dan monitoring perlu dirancang dari risiko proses.
Grade B
Lingkungan latar untuk operasi aseptik tertentu di Grade A ketika konfigurasi proses mensyaratkannya. Hubungan dengan teknologi barrier atau isolator harus mengikuti desain dan ketentuan yang berlaku.
Grade C
Area bersih untuk tahapan yang tidak setingkat zona kritis tetapi masih memerlukan pengendalian lingkungan sesuai proses, status produk, dan strategi kontaminasi.
Grade D
Area bersih untuk tahapan dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibanding Grade A–C. Batas, monitoring, alur, dan operasi tetap harus ditetapkan dari kebutuhan proses.
At Rest dan In Operation
At rest adalah kondisi ketika instalasi lengkap dengan peralatan terpasang dan siap digunakan, tetapi tidak ada personel yang menjalankan proses. In operation adalah kondisi ketika fasilitas bekerja dalam cara operasi yang ditentukan dengan jumlah personel yang ditetapkan.
Kedua kondisi tersebut tidak boleh dicampur saat membandingkan hasil. Jumlah orang, aktivitas, status pintu, peralatan, dan waktu recovery dapat memengaruhi konsentrasi partikel. Protokol harus menyebutkan kondisi uji secara jelas, dan laporan harus menghubungkan hasil dengan batas penerimaan yang sesuai.
Apa Itu Kualifikasi Cleanroom?
Kualifikasi cleanroom adalah rangkaian kegiatan terdokumentasi untuk menunjukkan bahwa desain, instalasi, fungsi, dan kinerja fasilitas memenuhi persyaratan yang telah disetujui. Kualifikasi bukan satu tes tunggal dan bukan nama lain untuk klasifikasi partikel.
| Tahap | Pertanyaan yang dijawab | Contoh bukti |
|---|---|---|
| Design Qualification | Apakah rancangan dapat memenuhi URS dan risiko proses? | URS, design review, zoning, alur, kapasitas HVAC, material, utilitas, dan matriks persyaratan. |
| Installation Qualification | Apakah komponen terpasang sesuai desain dan dokumen yang disetujui? | As-built drawing, daftar peralatan, identifikasi filter/instrumen, sertifikat kalibrasi, inspeksi instalasi, dan manual. |
| Operational Qualification | Apakah fungsi dan kontrol bekerja dalam rentang yang ditetapkan? | Uji alarm, interlock, tekanan, airflow, filter, suhu, kelembapan, recovery, dan fungsi kontrol. |
| Performance Qualification | Apakah sistem mampu mendukung proses pada kondisi penggunaan yang ditetapkan? | Data kinerja dalam kondisi representatif, monitoring lingkungan, tren, dan evaluasi terhadap kriteria penerimaan. |
Nama tahap dan cakupannya harus mengikuti Validation Master Plan, kebijakan mutu, standar rujukan, serta karakter proyek. Untuk hubungan yang lebih lengkap antara protokol dan bukti kinerja, lihat panduan validasi dan kualifikasi clean room.
Pengujian yang Umum Dipertimbangkan
- Klasifikasi partikel udara: mengukur konsentrasi partikel pada titik dan kondisi yang ditetapkan.
- Integritas filter: memeriksa apakah filter terminal dan pemasangannya bekerja tanpa kebocoran yang tidak dapat diterima.
- Volume atau kecepatan udara: menilai suplai udara dan, bila relevan, karakter aliran pada zona tertentu.
- Tekanan diferensial: memverifikasi hubungan tekanan antar-ruang serta respons alarm.
- Visualisasi aliran udara: membantu mengevaluasi pola udara, hambatan, intervensi, dan perlindungan area kritis.
- Recovery: menilai kemampuan ruang kembali ke kondisi yang ditentukan setelah gangguan yang didefinisikan.
- Suhu dan kelembapan: memastikan kondisi sesuai kebutuhan produk, proses, personel, dan sistem.
- Monitoring mikrobiologi: mengevaluasi kontaminasi viable sesuai program dan risiko; ini bukan bagian yang dapat digantikan oleh hitung partikel non-viable.
Daftar aktual, metode, jumlah titik, status ruang, instrumen, dan batas penerimaan harus ditentukan dalam protokol. Menyalin paket pengujian dari proyek lain tanpa URS dan risk assessment dapat menghasilkan data yang banyak tetapi tidak menjawab kebutuhan fasilitas.
CPOB yang Berlaku di Indonesia
Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 menetapkan Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik dan berstatus berlaku. Peraturan tersebut telah diubah melalui Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2025. Karena itu, dokumen proyek perlu merujuk versi yang berlaku beserta perubahan dan ketentuan terkait, bukan hanya menyebut “CPOB terbaru” tanpa nomor dan tahun.
CPOB tidak dapat dipenuhi hanya dari pemilihan grade, panel, atau HEPA filter. Fasilitas perlu dihubungkan dengan sistem mutu, pengendalian kontaminasi, personel, peralatan, proses, pembersihan, monitoring, penyimpangan, change control, dan dokumentasi. Baca pula ringkasan persyaratan clean room farmasi dan CPOB.
Data yang Dibutuhkan Sebelum Menentukan Kelas
- Jenis produk, status steril/nonsteril, dan tahapan proses.
- Kondisi produk saat terekspos serta metode sterilisasi atau kontrol mikrobiologi.
- Alur personel, material, limbah, dan peralatan.
- Kapasitas, jumlah operator, jam kerja, serta pola intervensi.
- Target kelas/grade, kondisi at rest dan in operation, serta standar rujukan.
- Kebutuhan temperatur, kelembapan, tekanan, containment, dan recovery.
- Persyaratan monitoring, alarm, data, kalibrasi, dan akses maintenance.
- Kriteria penerimaan, protokol, tanggung jawab pihak, dan dokumen serah terima.
Informasi ini perlu masuk ke URS sebelum desain rinci. Tim jasa desain dan instalasi clean room farmasi kemudian dapat mengoordinasikan arsitektur, sistem sandwich panel, pintu, pass box, HVAC, kontrol, utilitas, dan rencana pengujian dengan pihak terkait.
Menjaga Status Setelah Kualifikasi
Status terkendali perlu dijaga melalui monitoring rutin, cleaning dan disinfection, kalibrasi, inspeksi, preventive maintenance, penggantian filter, investigasi deviasi, pengendalian perubahan, pelatihan, dan evaluasi berkala. Interval serta trigger rekualifikasi harus mengikuti risiko, ketentuan yang berlaku, hasil tren, dan perubahan fasilitas atau proses.
Panduan maintenance clean room membantu memetakan kegiatan operasional setelah fasilitas diserahterimakan.
Pertanyaan Umum
Apakah Grade A sama dengan ISO Class 5?
Ada hubungan untuk batas partikel tertentu, tetapi keduanya tidak boleh diperlakukan sebagai istilah yang sepenuhnya identik. Grade farmasi juga terkait aktivitas, kondisi operasi, monitoring mikrobiologi, dan strategi pengendalian kontaminasi.
Apakah klasifikasi partikel sudah cukup untuk serah terima?
Tidak. Ruang harus dievaluasi terhadap URS dan cakupan kualifikasi yang disetujui, termasuk fungsi sistem, instalasi, alarm, HVAC, filter, tekanan, parameter lingkungan, dokumentasi, dan pengujian relevan lainnya.
Kapan clean room perlu diklasifikasi ulang?
Frekuensi dan trigger harus mengikuti regulasi, program mutu, risiko, tren, perubahan sistem, maintenance besar, hasil yang menyimpang, atau perubahan proses. Jangan menetapkan interval tanpa dasar dokumen yang berlaku.
Siapa yang menentukan grade clean room?
Keputusan perlu melibatkan pengguna proses, Quality Assurance, perancang, engineering, subject-matter expert, dan pihak kualifikasi berdasarkan produk, aktivitas, risiko, dan ketentuan yang berlaku.
Susun URS dan Ruang Lingkup Kualifikasi Sejak Awal
Kirim proses, denah, target lingkungan, alur, kapasitas, utilitas, serta persyaratan dokumentasi. MKP dapat membantu mengoordinasikan ruang lingkup arsitektur clean room dan instalasinya dengan kebutuhan proyek.
Sumber Resmi
- JDIH BPOM — Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar CPOB
- JDIH BPOM — Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perubahan Standar CPOB
- WHO — TRS 1044 Annex 2, GMP for Sterile Pharmaceutical Products
- European Commission — EudraLex Volume 4, Annex 1
- US FDA — CGMP Questions and Answers: Production and Process Controls


