Skip to main content

PT. Multi Karya Panelindo

Magnehelic Gauge pada Clean Room: Fungsi, Cara Kerja, dan Standar Teknis

Dalam operasional clean room (ruang bersih), menjaga perbedaan tekanan udara (differential pressure) merupakan salah satu aspek penting dalam pengendalian aliran udara dan kontaminasi. Salah satu instrumen yang umum digunakan untuk memantau perbedaan tekanan tersebut adalah Magnehelic Gauge.

Magnehelic Gauge dapat digunakan untuk memantau tekanan diferensial antara dua area, termasuk antar-ruangan maupun pada sistem filtrasi udara. Pengukuran ini membantu operator memastikan kondisi tekanan tetap berada dalam rentang yang telah ditetapkan oleh desain fasilitas dan prosedur operasional.

Artikel ini membahas fungsi, prinsip kerja, cara membaca, pemasangan, serta kalibrasi Magnehelic Gauge dalam sistem clean room dengan mengacu pada prinsip pengendalian tekanan dan standar teknis yang relevan, termasuk ISO 14644.

Apa Itu Magnehelic Gauge pada Clean Room?

Magnehelic Gauge adalah instrumen mekanis untuk mengukur tekanan diferensial udara atau gas non-korosif. Alat ini mengukur perbedaan tekanan antara dua titik, yaitu sisi tekanan tinggi (high pressure) dan sisi tekanan rendah (low pressure).

Dalam aplikasi clean room, Magnehelic Gauge dapat digunakan untuk memantau perbedaan tekanan antar-ruangan atau tekanan pada sistem filtrasi. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan melalui jarum pada dial dalam satuan seperti Pascal (Pa), inches of water column (in. w.c.), atau mm water column (mm w.c.).

Penggunaan Magnehelic Gauge tidak secara otomatis membuat sebuah clean room memenuhi standar tertentu. Alat ini merupakan salah satu instrumen pemantauan dalam sistem pengendalian lingkungan clean room yang secara keseluruhan mencakup desain HVAC, filtrasi, aliran udara, kebersihan, prosedur operasional, dan parameter lainnya.

Mengapa Kontrol Tekanan Sangat Penting di Clean Room?

Clean room menggunakan pengaturan aliran udara dan tekanan diferensial untuk membantu mengendalikan perpindahan kontaminan antar-area.

Dalam konfigurasi tertentu, area dengan persyaratan kebersihan lebih tinggi dapat dirancang memiliki tekanan lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya. Kondisi ini membantu mengarahkan aliran udara dari area yang lebih bersih menuju area dengan tingkat kebersihan lebih rendah ketika terdapat jalur kebocoran atau saat pintu dibuka.

Namun, tidak semua clean room harus menggunakan tekanan positif.

Pada fasilitas yang membutuhkan containment, seperti area tertentu untuk menangani bahan berbahaya atau agen biologis, tekanan negatif dapat digunakan agar udara mengalir dari area sekitar menuju area yang dikendalikan. Tujuannya adalah membatasi keluarnya kontaminan dari area tersebut.

Karena itu, arah tekanan diferensial harus ditentukan berdasarkan fungsi ruangan, desain fasilitas, tingkat containment, serta persyaratan proses, bukan hanya berdasarkan tingkat kebersihan ruangan.

Fungsi Utama Magnehelic Gauge dalam Sistem HVAC Clean Room

1. Memantau Tekanan Diferensial Antar-Ruangan

Magnehelic Gauge dapat digunakan untuk memantau perbedaan tekanan antara dua ruangan atau antara ruangan dengan area di sekitarnya.

Contohnya:

  • Tekanan positif: dapat digunakan untuk membantu melindungi area bersih dari masuknya kontaminan dari area yang kurang bersih.
  • Tekanan negatif: dapat digunakan untuk membantu containment sehingga udara dari area yang berpotensi terkontaminasi tidak mengalir keluar ke area sekitarnya.

Nilai dan arah tekanan yang diperlukan harus mengikuti desain HVAC dan persyaratan fasilitas yang berlaku.

2. Memantau Kondisi Filter Udara

Magnehelic Gauge juga dapat digunakan untuk memantau pressure drop pada filter, seperti pre-filter, medium filter, atau HEPA filter.

Ketika filter menangkap semakin banyak partikel, hambatan terhadap aliran udara dapat meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan perbedaan tekanan pada filter.

Pemantauan differential pressure membantu tim maintenance mengetahui perubahan kondisi filter dan menentukan tindakan berdasarkan batas yang telah ditetapkan.

3. Mendukung Pemeliharaan Sistem HVAC

Data tekanan diferensial dapat digunakan sebagai salah satu parameter dalam pemantauan kondisi sistem HVAC.

Perubahan pembacaan yang tidak normal dapat menjadi indikasi bahwa operator perlu memeriksa filter, aliran udara, kondisi ducting, atau komponen HVAC lainnya.

Namun, keputusan untuk membersihkan atau mengganti filter sebaiknya tidak hanya didasarkan pada satu angka Magnehelic. Batas tindakan harus mengikuti spesifikasi filter, desain sistem, rekomendasi manufacturer, dan SOP fasilitas.

Prinsip Kerja dan Mekanisme Magnehelic Gauge

Magnehelic Gauge bekerja berdasarkan perbedaan tekanan antara dua port pengukuran.

Secara umum, mekanismenya bekerja sebagai berikut:

  1. Tekanan dari sisi High Pressure dan Low Pressure masuk melalui port masing-masing.
  2. Perbedaan tekanan antara kedua sisi menghasilkan gaya pada elemen sensor di dalam gauge.
  3. Pergerakan elemen sensor diteruskan melalui mekanisme magnetik ke jarum penunjuk.
  4. Jarum bergerak pada dial sesuai dengan nilai tekanan diferensial yang terukur.

Karena menggunakan mekanisme magnetik dan tidak menggunakan cairan seperti liquid manometer, Magnehelic Gauge dapat memberikan pembacaan langsung melalui dial.

Komponen Utama di Dalam Magnehelic Gauge

Beberapa komponen utama yang terdapat pada Magnehelic Gauge meliputi:

  • Elemen sensor/diafragma: merespons perbedaan tekanan antara kedua sisi.
  • Mekanisme magnetik: meneruskan pergerakan sensor ke sistem penunjuk.
  • Pointer: menunjukkan nilai tekanan diferensial pada dial.
  • Dial/Skala Ukur: menampilkan hasil pengukuran dalam satuan tertentu, seperti Pascal (Pa), inches of water column (in. w.c.), atau mm water column (mm w.c.).
  • Port High dan Low: menjadi titik masuk tekanan dari dua area yang dibandingkan.

Cara Membaca Magnehelic Gauge

Cara membaca Magnehelic Gauge pada dasarnya cukup sederhana. Operator perlu melihat posisi pointer terhadap skala pada dial.

Sebagai contoh, apabila Magnehelic memiliki skala dalam Pascal:

  • Pointer pada 10 Pa berarti terdapat perbedaan tekanan sebesar 10 Pascal antara sisi High dan Low.
  • Pointer pada 20 Pa berarti perbedaan tekanannya sebesar 20 Pascal.
  • Pointer pada 50 Pa berarti perbedaan tekanannya sebesar 50 Pascal.

Sebagai ilustrasi, jika sisi High terhubung ke ruangan dan sisi Low terhubung ke koridor, pembacaan +15 Pa menunjukkan tekanan pada sisi High sekitar 15 Pa lebih tinggi dibandingkan sisi Low.

Sebaliknya, apabila konfigurasi atau arah tekanan menghasilkan pembacaan negatif, hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada sisi High lebih rendah dibandingkan sisi Low.

Catatan: nilai tekanan yang dianggap sesuai tidak dapat ditentukan hanya dari pembacaan Magnehelic. Nilai target harus mengikuti desain fasilitas, persyaratan proses, dan SOP yang berlaku.

Panduan Pemasangan dan Kalibrasi Magnehelic Gauge

1. Tata Cara Instalasi yang Benar

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang Magnehelic Gauge antara lain:

  • Posisi pemasangan: pasang gauge sesuai orientasi yang direkomendasikan manufacturer. Pada model tertentu, pemasangan dalam posisi yang tidak sesuai dapat memengaruhi pembacaan.
  • Koneksi port: hubungkan port High Pressure (H) dan Low Pressure (L) sesuai titik tekanan yang ingin dibandingkan.
  • Selang pengukuran: pastikan selang tidak bocor, tertekuk, tersumbat, atau mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi pembacaan.
  • Zero adjustment: penyetelan nol dilakukan ketika kedua port berada pada tekanan yang sama, misalnya kedua port di-vent ke atmosfer atau dihubungkan pada kondisi tekanan yang sama sesuai prosedur manufacturer. Mematikan HVAC saja tidak selalu berarti kedua port sudah berada pada tekanan yang sama.

2. Frekuensi Kalibrasi dan Perawatan

Kalibrasi Magnehelic Gauge diperlukan untuk memastikan instrumen tetap memberikan hasil pengukuran yang dapat diandalkan.

Namun, ISO/IEC 17025 tidak secara otomatis menetapkan bahwa setiap Magnehelic Gauge harus dikalibrasi setiap 12 bulan. Interval kalibrasi perlu ditentukan berdasarkan sistem manajemen mutu dan penilaian risiko fasilitas.

Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan interval kalibrasi antara lain:

  • rekomendasi manufacturer;
  • riwayat hasil kalibrasi dan measurement drift;
  • frekuensi penggunaan;
  • kondisi lingkungan dan operasional;
  • tingkat kritisitas instrumen terhadap proses;
  • persyaratan SOP dan quality system;
  • hasil evaluasi atau audit sebelumnya.

Dalam praktiknya, fasilitas dapat menetapkan interval tertentu, misalnya tahunan, apabila interval tersebut ditetapkan dan didukung oleh prosedur serta evaluasi risiko internal.

Kalibrasi sebaiknya dilakukan oleh laboratorium atau penyedia jasa yang kompeten sesuai kebutuhan fasilitas. Untuk kegiatan kalibrasi yang memerlukan ketertelusuran pengukuran, laboratorium yang kompeten dan sesuai persyaratan yang berlaku dapat digunakan.

Magnehelic Gauge dan Kepatuhan Standar Clean Room

Magnehelic Gauge merupakan alat pemantauan, bukan standar yang menentukan apakah sebuah clean room telah memenuhi persyaratan.

ISO 14644 merupakan salah satu standar yang relevan dalam pengelolaan clean room, termasuk klasifikasi kebersihan udara dan berbagai aspek terkait cleanroom.

Kepatuhan sebuah clean room tidak dapat ditentukan hanya dari satu parameter tekanan diferensial. Evaluasi perlu mempertimbangkan berbagai parameter dan persyaratan yang relevan dengan desain serta penggunaan fasilitas.

Untuk fasilitas farmasi, misalnya, persyaratan tambahan dapat berasal dari pedoman dan regulasi terkait seperti CPOB/GMP.

Karena itu, Magnehelic Gauge sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari sistem monitoring yang mendukung pengendalian kondisi clean room, bukan sebagai satu-satunya indikator kepatuhan terhadap ISO 14644 atau standar lainnya.

Kesimpulan

Magnehelic Gauge merupakan instrumen yang banyak digunakan untuk memantau tekanan diferensial dalam sistem clean room dan HVAC. Alat ini dapat digunakan untuk memantau perbedaan tekanan antar-ruangan maupun pressure drop pada sistem filtrasi.

Penggunaan tekanan positif maupun negatif bergantung pada fungsi dan tujuan pengendalian ruangan. Tekanan positif dapat digunakan untuk membantu melindungi area bersih dari kontaminasi, sedangkan tekanan negatif dapat digunakan untuk kebutuhan containment.

Agar hasil pengukuran dapat diandalkan, pemasangan, zero adjustment, pemeriksaan, dan kalibrasi Magnehelic Gauge perlu dilakukan sesuai petunjuk manufacturer, SOP, serta sistem manajemen mutu fasilitas.

Dengan pemantauan tekanan diferensial yang tepat, Magnehelic Gauge dapat menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian lingkungan clean room dan pemeliharaan HVAC.