PT. Multi Karya Panelindo

Clean room diklasifikasikan berdasarkan jumlah partikel yang diperbolehkan berada di udara. Memahami klasifikasi ini krusial sebelum merancang fasilitas produksi farmasi, ruang operasi rumah sakit, atau fasilitas lain yang sensitif terhadap kontaminasi.

Apa Itu Klasifikasi Clean Room?

Klasifikasi clean room adalah sistem pengelompokan tingkat kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel yang diizinkan per meter kubik. Semakin rendah angka kelasnya, semakin ketat persyaratannya.

Dalam industri farmasi Indonesia, klasifikasi mengacu pada panduan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM yang mengelompokkan clean room menjadi Kelas A, B, C, dan D. Untuk fasilitas medis, acuan internasional seperti ASHRAE 170 digunakan sebagai referensi persyaratan ventilasi.

Klasifikasi Kelas A, B, C, dan D

Kelas A — Area Kritis (Paling Steril)

Zona paling kritis untuk operasi yang paling rentan terhadap kontaminasi. Biasanya berupa Laminar Air Flow (LAF) workstation atau isolator.

  • Proses filling aseptik (pengisian produk steril)
  • Pembuatan larutan injeksi
  • Penanganan produk steril terbuka
Kondisi operasional: Partikel ≥0,5µm tidak lebih dari 3.520/m³ udara

Kelas B — Background Area Kelas A

Area sekitar Kelas A pada proses aseptik. Kondisi at-rest mirip Kelas A namun standar operasional lebih longgar.

  • Area persiapan dan staging produk steril
  • Area ganti pakaian sebelum masuk Kelas A

Kelas C — Area Produksi Non-Steril

Area untuk tahap produksi yang kurang kritis namun tetap membutuhkan pengendalian kontaminasi. Paling banyak digunakan dalam produksi farmasi umum.

  • Produksi tablet, kapsul, dan sirup
  • Pengisian produk steril setelah proses akhir
  • Persiapan larutan yang akan disterilisasi

Kelas D — Area Pendukung

Area yang membutuhkan kendali lingkungan dasar dengan persyaratan partikulat lebih longgar.

  • Area ganti pakaian dan airlock
  • Penyimpanan material dan komponen
  • Koridor yang menghubungkan area produksi

Penerapan Klasifikasi per Industri

Industri Kelas Contoh Area
Farmasi (Steril) A, B, C, D Filling aseptik, mixing, tablet, ganti pakaian
Farmasi (Non-Steril) C, D Produksi tablet/kapsul, area kemas
Rumah Sakit A, B (setara) Ruang operasi, ICU, NICU, isolasi
Elektronik A, B Lithografi, perakitan chip
Makanan & Minuman C, D Area produksi higienis, pengemasan steril

Komponen Utama dalam Membangun Clean Room

Panel Dinding & Plafon

Sandwich panel PIR/PU dengan permukaan antibakteri. Sambungan interlocking tanpa celah mencegah infiltrasi partikel dari luar.

Sistem HVAC & Filtrasi

Filter HEPA (H14) atau ULPA untuk menyaring partikel. Jumlah ACH (Air Change per Hour) disesuaikan dengan kelas clean room.

Pengendalian Tekanan

Tekanan positif mencegah kontaminan masuk. Tekanan negatif digunakan untuk ruang isolasi atau ruang cytotoxic.

Pintu & Aksesoris

Pintu hermetic, pass box aktif dengan UV sterilizer, aluminium coving radius untuk semua sudut ruangan.

Jasa Clean Room Farmasi
Clean Room Rumah Sakit

Pertanyaan Umum tentang Klasifikasi Clean Room

Apa perbedaan utama Kelas A dan Kelas C?

Kelas A adalah zona paling kritis untuk proses aseptik seperti filling steril dengan persyaratan partikel sangat ketat. Kelas C digunakan untuk produksi non-steril seperti tablet dan kapsul dengan persyaratan lebih longgar.

Apakah clean room rumah sakit menggunakan sistem klasifikasi yang sama dengan farmasi?

Fasilitas medis mengacu pada standar berbeda seperti ASHRAE 170 atau persyaratan KEMENKES. Namun konsep dasarnya sama — mengontrol partikel udara dan pergantian udara per jam untuk mencegah infeksi.

Siapa yang menentukan kelas clean room yang dibutuhkan?

Kelas ditentukan berdasarkan jenis produk dan regulasi yang berlaku. Untuk farmasi, acuannya adalah panduan CPOB BPOM. Untuk rumah sakit, mengacu pada standar KEMENKES. Konsultasikan dengan kontraktor berpengalaman untuk menentukan kelas yang tepat.

Apakah clean room harus divalidasi secara berkala?

Ya. CPOB mengharuskan kualifikasi awal (IQ, OQ, PQ) dan monitoring berkala terhadap partikel udara, suhu, kelembaban, dan tekanan. Frekuensi revalidasi bergantung pada jenis produksi dan kebijakan internal perusahaan.

Butuh Konsultasi Desain Clean Room?

Tim ahli kami siap membantu menentukan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan regulasi Anda.

Konsultasi via WhatsApp
Kirim Detail Proyek